GUNAKAN LIMA PERKARA
SEBELUM DATANG YANG LIMA
Ridjaluddin.F.N
Allah
menjadikan hidup dan kehidupan ini, bukanlah main-main dan tidak pula
sia-sia. Kehidupan ini, harus di kelola dan diisi dengan yang
sebaik-baiknya agar manusia tidak tergolong orang-orang yang merugi dan
celaka. Ibarat sawah ladang, dunia harus dikelola dan tempat bertanam
yang hasilnya akan dipetik di akhirat nanti. Jika amal kebaikan yang
ditanam maka akan memetik buah pahalanya, sebaiknya jika kejahatan yang
di tanam dan dilakukan, maka dosa dan siksa yang akan diterima sebagai
balasannya. Oleh sebab itu, marilah gunakan kehidupan ini dengan
sebaik-baiknya untuk melakukan kebaikan dan amal saleh. Perhatikan sabda
Nabi Muhammad Saw;
“ Ightanim khamsan qabla khamsin hayaataka qabla
mautika wa sihhataka qabla saqomika wa faraakhaqa qabla syughlika wa
syababaaka qabla haramika wa ghinaaka qabla fakrika”, yang artinya ;
“Gunakan
(carilah keberuntungan) pada yang lima sebelum datang yang lima, masa
hidupmu sebelum datang masa matimu dan waktu sehatmu sebelum datang
waktu sakitmu, dan waktu luangmu sebelum datang masa sibukmu; masa
mudamu sebelum datang masa tuamu; dan masa kayamu sebelum jatuh
miskinmu." (HR. Bukhari)
Melalui hadits tersebut Nabi Muhammad Saw,
berpesan kepada seluruh umatnya agar benar-benar memanfaatkan dan
mendaya fungsikan lima hal sebelum kedatangan yang lima, yaitu :
Pertama
: Kesempatan hidup yang di anugerahkan oleh Allah kepada kita ini,
marilah digunakan sebaik-baiknya dengan memperbanyak amal saleh, diisi
dengan aktifitas yang bernilai ibadah, baik ibadah mahdhah maupun ibadah
yang berdimensi sosial kemasyarakatan. Jangan sampai menyesali ketika
ajal datang menjemput, dengan meminta kepada Allah Saw agar dikembalikan
untuk hidup lagi, walau barang sebentar saja, hanya untuk sekedar
beramal saleh dan menginfakkan seluruh harta yang dimilikinya. Padahal
ketika ajal telah tiba, tak bisa di undur dan tidak pula dimajukan walau
barang sebentar saja, seperti do’a kita :
“Ya Tuhanku, mengapa engkau tidak menangguhkan kematianku sampai waktu yang sebentar saja, supaya aku sempat bersedekah”
“Dan
Allah sama sekali tak akan menangguhkan kematian seseorang apabila
telah datang kematian. Dan Allah mengenal apa yang kau kerjakan”
Kemanapun
kita berlari untuk sembunyi, sekalipun sedang dikelilingi oleh tim
dokter ahli dengan peralatan teknologi yang paling mutakhir, bila saat
kematian telah tiba, pastilah akan terjadi saat itu juga. Karenanya
gunakan kesempatan hidup ini dengan sebaik-baiknya, untuk beribadah dan
beramal saleh demi mencari keridhaan Allah.
Kedua : Pesan Nabi
yang kedua adalah agar menjaga kesehatan dan menggunakannya untuk taat
dan mengabdi kepada Allah. Memperbanyak aktivitas kesalehan dan
beribadah kepada-Nya, sebab bila terserang penyakit atau dalam keadaan
sakit, maka tentu kesempatan untuk beribadah dan beramal saleh, akan
terganggu atau bahkan tidak bisa dilakukan sama sekali, karena kondisi
yang sangat lemah dan kritis. Kesehatan adalah anugerah Tuhan yang
sangat besar, namun banyak manusia yang tidak menyadarinya, dia baru
tersadar, ketika telah ditimpa sakit.
Ketiga: Masa luang,
sebenarnya merupakan kesempatan emas untuk digunakan melakukan aktifitas
kesalehan dan beribadah. Jangan sampai ada kesempatan yang terbuang
percuma, karena Tuhan tidak menjadikan hidup ini sia-sia dan tidak pula
main-main. Karena pentingnya waktu bagi kehidupan manusia, Allah dalam
banyak ayat al-Qur'an bersumpah dikaitkan dengan waktu, seperti :
“Wal
Ashr” "Demi waktu Ashar"; Wal Laily "Demi waktu Malam"; Wad Dhuha "Demi
waktu Dhuha"; Wal Fajri, “Demi Waktu Fajar, dan lain sebagainya.
Apabila
manusia tidak mau mengisi dan memanfaatkan waktu dengan beramal saleh
dan berbagi amal kebaikan lainya, tentu ia akan tergolong sebagai orang
yang merugi.
Keempat : Masa muda merupakan masa yang baik, karena
pada masa ini kondisi fisik masih prima, penuh dengan daya kreasi dan
ide-ide segar, utamanya masa ini hendaklah digunakan untuk
mempersiapakan diri dengan berbekal ilmu pengetahuan dan keahlian,
sehingga benar-benar telah memiliki kesiapan untuk menerima tongkat
estafet perjuangan generasi tua yang telah uzur.
Kelima :
Kekayaan juga merupakan anugerah dari Allah Swt yang harus digunakan dan
nafkahkan sesuai dengan keinginan Tuhan yang memberi kekayaan itu.
Jangan sampai kita menutup kran kenikmatan yang telah dianugerahkan
Allah buat orang-orang fakir miskin, anak-anak yatim dan obyek-obyek
lain untuk memperjuangkan agama Allah.
Berdo’lah kepada Allah. Allah
senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia serta petunjuk-Nya kepada
manusia, sehingga mampu mengisi sisa hidup ini dengan kebaktian,
memperbanyak ibadah dan amal saleh, sehingga benar-benar menjadi
orang-orang yang beruntung.
Sumber : http://kajianislamnugraha.blogspot.fr/2010/02/gunakan-lima-sebelum-datangnya-lima.html